3 Hal Menarik dari Pirates of Silicon Valley

Menjadi sebuah kejutan bagi saya ketika pada akhirnya saya bisa menikmati Pirates of Silicon Valley. Tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya bahwa film ini menceritakan bagaimana perusahaan IT terbesar di dunia dibangun. Ternyata, film ini menceritakan si judul apa adanya. Benar-benar sebuah kejadian saling bajak dan saling menjatuhkan satu sama lain. Perang kecerdikan untuk mencapai sebuah tujuan. Hal ini mengingatkan saya pada Social Network-nya David Fincher. Bagaimana sang pendiri Facebook, Mark Zuckerberg bertindak amat cerdik mengakali lawan-lawannya ketika dia membangun Facebook.

Pandangan saya mengenai Steve Jobs dan Bill Gates menjadi berubah. Saya menyadari bahwa mereka memang benar-benar berperang. Sejak awal mereka sudah dipertemukan untuk mengubah dunia dengan cara yang unik. Berikut ini 3 hal menarik yang bisa saya ambil dari Pirates of Silicon Valley.

Jangan jadi “tukang”

Untuk menjadi sukses di bidang teknologi tidak perlu menjadi geek yang bekerja terus-terusan di depan layar komputer. Steve Jobs sukses di bidang IT karena inovasinya. Dia hanya memikirkan kira-kira barang apa yang diperlukan oleh masyarakat. Sisanya masalah teknis hardware dan programming ia serahkan ke anak buahnya. Hal paling penting bagi Steve Jobs adalah sebuah ide simpel yang mampu merubah cara hidup orang. Teknologi hanyalah salah satu cara untuk mengungkapkan ide tersebut.

Begitu juga dengan Bill Gates. Bill Gates sebenarnya tidak terlalu cerdas dalam hal programming. Senjata utama dia dalam hal itu adalah temannya, Paul Allen. Soft skillnya lah yang membuat sukses. Ia mampu berbicara dengan baik di depan klien dan mampu membujuk mereka agar mengikuti kemauannya.

Kesimpulannya, untuk menjadi sukses dalam suatu bidang bukanlah menjadi ahli dalam segi teknis. Apabila kita hanya berfokus pada hal teknis, selamanya kita hanya akan menjadi “tukang”. Diperlukan kemampuan untuk menghasilkan ide serta soft skill yang bagus untuk mencapai kesuksesan. Kemampuan teknis hanyalah jalan untuk mencapai kesuksesan itu. Kuncinya adalah pada bagaimana kita melihat peluang dan segera mengambilnya, bagaimana kita mengatur orang, dan bagaimana kita membujuk orang agar sepaham dengan kita.

Orang kedua selalu dilupakan

Orang kedua memang selalu dilupakan, meskipun memiliki andil besar. Orang hanya mengenal Neil Amstrong sebagai manusia pertama yang mendarat di bulan. Orang tidak kenal dan tidak peduli dengan manusia kedua yang mendarat di bulan (Edwin Aldrin).

Begitu juga halnya dengan Steven Wozniak dan Paul Allen. Faktanya, Wozniak adalah kunci kesuksesan Apple. Tanpa dia, Jobs tidak punya pendukung untuk maju. Paul juga seseorang yang menjadi kunci kesuksesan Microsoft. Tanpa Paul, Gates tidak akan menjadi orang nomor satu di kancah dunia teknologi. Paul lah yang menciptakan DOS sebagai sistem operasi pertama Microsoft. Paul lah yang bekerja keras membuat program yang diinginkan Gates.

Ketika Gates datang ke Apple, secara otomatis yang dia cari adalah Jobs, bukan Wozniak. Karena Jobs adalah image Apple. Begitu juga ketika Jobs menyambut kedatangan Microsoft. Dia hanya mengenal Gates sebagai pemilik Microsoft, dia tidak tahu soal peran Paul yang sebenarnya sangat berpengaruh di belakang Gates.

Masyarakat tidak tahu dan tidak peduli dengan keberadaan 2 orang penting ini. Masyarakat hanya akan tahu Wozniak apabila membaca tentang Jobs. Masyarakat hanya akan tahu Paul apabila membaca tentang Gates. Padahal Jobs dan Gates hanyalah cover buku. Isi buku yang merupakan pondasi 2 perusahaan IT terbesar di dunia ini sebenarnya adalah Wozniak dan Paul.

Kaburagi Kotetsu bertemu dengan Barnaby Brooks Jr. (Tiger and Bunny)

Visi misi Jobs dan Gates dalam berkecimpung di dunia IT amat sangat bertolak belakang. Jobs terjun di dunia IT untuk mengungkapkan ide dan pemikiran dia. Berbeda dengan Gates yang terjun di dunia IT murni untuk berbisnis dan mencari uang.

Hal ini bisa terlihat jelas dalam Pirates of Silicon Valley. Jobs mati-matian menciptakan sebuah personal computer beserta GUInya, yang merupakan idenya untuk membawa komputer ke dalam rumah. Sedangkan Gates, dapat dengan santainya membawa pulang Lisa, mencontek desainnya, dan kemudian menjualnya ke Jepang. Fenomena ini dapat dimaklumi melihat latar belakang Jobs dan Gates berbeda jauh. Jobs adalah orang yang sangat mendalami spiritualitas. Sementara itu Gates adalah orang yang tumbuh dalam lingkunga yang kental dengan bisnis.

Uniknya takdir telah membuat mereka berdua bertemu, dan sama-sama menjadi penguasa IT dunia. Mau tidak mau kita akan membandingkan kedua orang ini beserta perusahaan yang diasuhnya. Dunia pun terbagi menjadi 2, Mac User dan Windows User.

3 thoughts on “3 Hal Menarik dari Pirates of Silicon Valley

  1. Hai Sobat,
    Saya kebetulan sedang mencari-cari film menarik ini dan sudah berkeliling ke beberapa tempat tapi masih nihil. Dimana ya kira-kira saya bisa mendapatkan film ini? Thanks and appreciate..

    Salam,
    Domy

Tinggalkan Komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s